0
Dikirim pada 29 Maret 2018 di Serba Serbi

Usia tak menghalangi tekad H Ahmad Syahid (45) untuk mendapatkan pendidikan.

Ayah sekaligus kakek dari tiga anak dan satu cucu itu mengikuti Ujian Nasional Paket Kesetaraan C Berbasis Komputer di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Ciparay, Jumat (13/10/2017).

"Saya baru pertama kali mengikuti ujian dengan komputer ini, alhamdulillah tidak canggung, karena sering menggunakan laptop dan komputer walau belajar secara otodidak, tidak ada kata telat untuk belajar, telat lebih baik daripada tidak sama sekali," ujar Ahmad usai mengikuti ujian paket C hari pertama.


Ahmad mengatakan, motivasiya untuk belajar bukan karena status atau ijazah. Namun, ia ingin merasakan rasanya mengenyam bangku pendidikan.

"Selain itu ada program pemerintah yang mengharusan masyarakat itu belajar, saya juga membagi waktu antara belajar, berdagang dan bertani," ujarnya.

Baca: Musim Penghujan, Monitoring Pohon Rawan Tumbang Lebih Intensif

Walau nyaris tak pernah merasakan pendidikan formal, dirinya bersama beberapa orang rekannya mendirikan Streaming sekolah MTS Alif Al Ittifaq pada 2003 silam.

"Karena orang yang cerdas adalah orang yang bisa memanfaatkan kepintaran orang lain," katanya.

Secara umum ujian paket C di MTSN 1 Ciparay diikuti oleh 56 siswa yang belajar dari dua pondok pesantren (PPS), yakni Al Jawahir dan Abatasa.


 



Dikirim pada 29 Maret 2018 di Serba Serbi
comments powered by Disqus


connect with ABATASA